http://zahfeb.xtgem.com
Tanpa terasa,sudah beberapa bulan kita melewati tahun 2008. Pasti banyak hal yang telah kita perbuat selama beberapa bulan ini. Saya sendiri ketika menulis artikel ini merasa betapa cepatnya waktu berlalu. Rasanya baru kemarin saya membuat resolusi ketika
merayakan tutup tahun.
resolusi yang dibuat setahun yang lalu belum juga terlaksana sampai saat ini.
apa yang kita inginkan dapat berhasil. Namun apa mau dikata,ketika semua tidak berjalan sebagaimana mestinya,malah kegagalan yang akan diterima. Kita kemudian menjadi kecewa dan marah karena apa yang kita rencanakan tidak sesuai dengan apa yang kita
harapkan. Sedemikian kecewanya kita sehingga terkadang memutuskan untuk segera berhenti melakun hal itu lagi dikemudian hari. Berhadapan dengan sesuatu yang tidak kita inginkan memang tidak menyenangkan. Berpisah dengan orang yang dicintai dan berkumpul
dengan orang yang tidak disukai adalah penderitaan. Namun begitulah kenyataan yang sering terjadi dalam kehidupan kita.
Saya rasa setiap orang pernah merasa kecewa. Bila ada seseorang yang mengatakan bahwa dia tidak pernah mengalami kekecewaan maka orang tersebut pastilah penuh kebohongan. Kekecewaan sepatutnya dianggap biasa karena memang dia timbul akibat perbuatan kita
sendiri. Saya pikir,kemampuan berpikir positif bukan hanya milik segelintir orang atau profesi saja. Kemampuan berpikir positif didapatkan dari proses belajar yang tidak sebentar. Bagaimana kita diajak melihat suatu masalah dari sudut pandang yang
berbeda. Bukan sudut pandang negatif yang selalu membuat kita kecewa. Kita semua dapat belajar berpikir positif dari hal-hal yang kecil. Kita bisa memulainya dari bagaimana kita selalu mencari segi yang positif dari setiap orang yang kita kenal dan
jumpai. Kita bisa belajar untuk memuji seseorang dengan tulus. Kebanyakan kita selalu menambahkan embel-embel kata "cukup" ketika ingin memberikan penghargaan kepada seseorang. Dia cukup baik,cukup pintar,cukup cantik,dan kata-kata lain yang selalu
diberi awalan cukup. Mengapa kita tidak langsung saja mengatakan bahwa dia cantik,dia baik,dia pintar. Dulu saya sering mendengar alasan orang melakukan itu. Katanya supaya orang yang dipuji tidak takabur dan besar kepala. Saya rasa alasan itu terlalu
dibuat-buat. Kalau memang yang dipuji bagus apa salahnya kita jujur. Pujian kita tidak akan membuatnya takabur,malah akan membuatnya lebih menampilkan sisi terbaik dari diri yang dipuji. Tentunya kebiasaan ini memerlukan waktu dan ketekunan yang besar.
Tidak dapat dimungkiri bahwa memang lebih mudah berpikir negatif daripada positif apalagi bila menyangkut orang lain. Lingkungan yang membuat kita lebih sering kecewa juga membuat kita agak kesulitan berpikir positif. Kita rasanya lebih sering kesulitan
ketika menghadapi kenyataan harus berpikir positif tentang orang lain. Apalagi bila jelas-jelas kita memang dirugikan. Namun selalu ada jalan untuk menghadapi kenyataan ini. Mulailah berpikir positif tentang diri kita sendiri. WASALAM
HOME